< Back to News

Ketahui Whipped Cream Berkualitas dan Cara Menyimpannya

04 Jan 2022

Ketahui Whipped Cream Berkualitas dan Cara Menyimpannya

Cara sederhana untuk membuat dan menyimpan whipped cream berkualitas yang kental, lembut, dan enak dari krim cair.

Dari sekian jenis yang digunakan dalam dunia memasak, krim kocok atau whipped cream paling dikenal. Whipped cream merupakan krim yang dikocok sehingga teksturnya berubah jadi lembut dan ringan. Pemakaian whipped cream tak hanya digunakan sebagai dekorasi kue. Tapi juga bisa digunakan sebagai isian, topping, atau campuran kue, roti, bahkan minuman.

Selain itu, ada yang warnanya putih bersih. Ada pula yang warnanya putih gading. Begitu juga dengan rasanya. Ada whipped cream yang manis dan juga tawar. Whipped cream mengandung lemak 25-30%.

Bahan utama krim kocok adalah krim. Bentuknya bisa bubuk atau cair. Krim cair lebih praktis karena tidak perlu ditambah air sebelum pengocokan. Kamu bisa langsung melakukan pengocokan menggunakan mixer hingga mengembang. Namun, krim kocok tidak bisa asal jadi dan mengembang saja.

Baca Juga : Cara Mengetahui Salmon Berkualitas Premium

Whipped cream dapat dikatakan bagus jika memiliki indikasi di bawah ini:

  1. Teksturnya halus dan rata
  2. Sangat lembut
  3. Mengkilap dan kuat
  4. Bervolume 3 kali lipat setelah proses aduk

Resep Whipped Cream yang Enak dan Berkualitas

Cukup mudah membuat krim kocok. Bahkan kamu bisa lakukan sendiri di rumah dengan menggunakan pengocok, mixer, atau tangan. Untuk resep whipped cream rumahan, gunakan krim cair dan mixer supaya hasilnya maksimal. 

Kalau suka resep whipped cream sendiri dengan tambahan rasa seperti cokelat atau vanila. Kamu bisa tambahkan perasa sesuai selera. Kamu juga dapat membeli krim cair dengan rasa manis. Lebih lanjut, simak resep whipped cream sederhana dengan menggunakan UHT Cream dari Delisari berikut ini:

Bahan :

     UHT Cream Monnalisa manis dengan vanila yang overrun (peningkatan volume yang dicapai selama proses whipping) hingga 4 kali dalam waktu 3-5 menit pengocokan.

     Produk ini akan menghasilkan tekstur halus, kokoh, dan mengkilap setelah diaduk. Warnanya pun putih cerah. Cocok untuk dekorasi dan isian kue. Tapi, kamu bisa menyesuaikan produk krim cair lain sesuai dengan selera dan kebutuhan pribadi.

Cara membuat:

  1. Sebelum digunakan, dinginkan UHT Cream Monnalisa dalam kulkas.
  2. Masukan krim cair ke dalam wadah yang cukup besar. Meskipun terlihat sedikit, tapi setelah dikocok, krim kocok akan mengembang. Sehingga membutuhkan tempat yang lebih besar. Disarankan  menggunakan wadah stainless steel. Karena material tersebut mampu menahan dingin lebih baik. Pastikan kamu menggunakan wadah dan alat membuat krim kocok yang bersih. Hal ini dilakukan untuk untuk menghindari kontaminasi.
  3. Kocok krim cair menggunakan mixer sampai mengembang. Perhatikan tingkat kecepatan pengocokan. Sebaiknya kamu pasang speed sedang. Jangan terlalu cepat atau lambat.
  4. Krim Monnalisa sudah memiliki aroma vanilla dan rasa manis. Sehingga kamu tidak perlu menambahkan gula atau perasa lainnya. Lain cerita kalau kamu menggunakan krim cair yang tawar dan ingin rasa yang manis atau aroma lainnya. Kamu perlu menambahkan gula dan perasa yang bisa kamu masukkan saat krim mulai bertambah volumenya.
  5. 5. Kocok krim hingga soft peak. Dimana teksturnya lembut dan puncak krim terlihat tumpul. Saat tungkai pengaduk mixer diangkat, lihat tekstur krim dalam wadah. Krim kamu bisa dikatakan soft peak jika ujung atau puncak krim melengkung dan jatuh ke bawah. 
  6. Untuk hasil yang lebih kaku, lanjutkan pengocokan hingga hard peak dimana ujung atau puncak krim kaku dan tegak. Tekstur krim pun jadi lebih kuat dan tidak mudah jatuh.

Baca Juga : 7 Tips Memilih Distributor Jajanan Kekinian Terbaik dan Terpercaya

Cara Menyimpan Whipped Cream

Kalau kamu sudah tahu resep membuat whipped cream, kamu juga mesti tahu bagaimana cara menyimpannya. Ketika masih berbentuk krim cair, simpan dalam lemari es. Pastikan krim cair tersebut selalu dalam kondisi dingin.

Begitu juga dengan krim kocok yang sudah jadi. Seringkali, saat pembuatan kue, terdapat sisa krim kocok yang sayang kalau harus dibuang. Whipped cream masih bisa digunakan kembali lain waktu. Sebaiknya, habiskan krim dalam waktu 3 hari setelah disimpan dalam kulkas. Karena ada kemungkinan krim akan menyerap bau dari lemari pendingin.

  1. Pindahkan whipped cream ke dalam container atau wadah plastik yang tertutup rapat.
  2. Karena krim Monnalisa dari Delisari bisa disimpan di lemari es setelah diaplikasikan ke produk, kamu bisa masukkan wadah berisi sisa whipped cream tersebut ke dalam lemari es
  3. Saat ingin digunakan kembali, jangan lupa untuk mengocok kembali whipped cream untuk memastikan teksturnya masih lembut.

Membuat dan menyimpan krim kocok sama-sama mudah. Namun, tak bisa asal. Tapi, hal paling utama yang harus diperhatikan adalah pemilihan bahan baku. Delisari mempunyai berbagai jenis UHT cream dan  merk whipping cream cair yang bagus untuk hasil krim kocok yang lebih maksimal dan pastinya anti gagal. 

WA WA Loading