< Kembali ke Berita

3 Perbedaan Keju Cheddar Alami dengan Keju Cheddar Terproses

03 Des 2021

3 Perbedaan Keju Cheddar Alami dengan Keju Cheddar Terproses

Jika kamu sedang berdiet atau menjalani pola hidup sehat pilih keju cheddar alami yang memiliki kandungan gizi yang lebih baik untuk tubuh serta rasa yang lebih creamy.

Keju merupakan produk makanan berasal dari susu hewani seperti sapi, kambing, atau hewan mamalia lain yang dihasilkan melalui beberapa proses. Pertama proses rennet yaitu memisahkan susu menjadi bagian padat dengan whey, yang dibantu oleh bakteri baik dan enzim, kemudian dikeringkan, lalu diawetkan melalui proses yang berbeda-beda. 

Terdapat berbagai jenis keju di seluruh dunia. Mulai dari mozarella, parmesan, ricotta, blue cheese, cheddar hingga cream cheese. Semua jenis keju punya perbedaannya masing-masing. 

Mengenal Keju Cheddar 

Keju cheddar berasal dari desa Cheddar di Somerset, Inggris. Keju ini bertekstur cukup keras, warna kuning pucat hingga putih gading, sering memiliki rasa yang kuat. Keunikan keju cheddar terletak pada proses pematangannya. Semakin lama proses pematangan atau maturisasi, semakin keras teksturnya dan menghasilkan rasa keju yang lebih kuat. Keju cheddar Somerset bisa dikatakan sempurna jika punya tekstur yang rapat dan kencang tetapi lembut teksturnya ketika dimakan.

Baca Juga : 15 Ide Peluang Usaha Makanan Ringan Kekinian

Pengolahan Keju Cheddar 

Keju cheddar bisa digunakan dalam berbagai macam masakan. Di Indonesia keju ini diolah untuk beragam hidangan, bahkan dijadikan camilan dengan cara dimakan langsung. Salah satu pengolahan keju cheddar yang paling umum di Indonesia adalah dengan diparut, lalu dijadikan topping atau isian pada makanan atau minuman. 

Natural and Processed Cheddar apa bedanya?

Keju cheddar yand ada dipasaran berasal ada yang berasal dari proses alami dan olahan, memiliki perbedaan dari bahan baku, lama pembuatan, rasa hingga tekstur.

Keju cheddar alami dibuat menggunakan susu sapi segar berkualitas tinggi dan tanpa bahan pengawet. Selain itu proses pematangannya lebih lama membuat keju cheddar alami memiliki varian rasa yang lebih banyak.

Natural cheddar cheese memiliki kandungan garam yang lebih rendah, protein dan kalsium tinggi, yang baik untuk tubuh. Kandungan gizi yang terdapat dalam keju cheddar alami ini sangat baik untuk pertumbuhan, kesehatan jantung dan tulang. 

Sementara Keju Processed adalah keju cheddar yang proses maturisasinya diberhentikan, kemudian ditambahakan berbagai bahan tambahan makanan lainnya. Keju cheddar processed merupakan keju yang sering kita temui di pasar atau supermarket.

3 Perbedaan Keju Cheddar Natural dan Processed

Untuk memahami lebih lanjut, berikut ini ada 3 perbedaan keju cheddar “alami’ dan “proses” yang harus kamu ketahui. 

  1. Bahan dasar 

Bahan dasar keju cheddar alami terbuat dari susu hewan segar, kandungan garam lebih rendah, adanya kultur, dan enzim. Pemilihan kualitas bahan baku dalam pembuatannya akan mempengaruhi hasil dan kualitas keju cheddar alami.

Untuk keju “proses” diberi bahan tambahan makanan seperti pengemulsi, padatan susu, pengatur keasaman dan bahan pengawet. Komposisi keju alami di dalam keju olahan atau ‘proses”  biasanya hanya 16%. Kandungan garam pada keju proses lebih tinggi. Perlu diingat kandungan garam yang tinggi tidak baik untuk kesehatan pembuluh darah dan jantung. 

  1. Aroma 

Keju cheddar alami memiliki aroma yang berbeda, seperty earthy, nutty sampai aroma buah. Aroma ini berbeda tergantung pada bahan dan lamanya waktu proses pematangan.

Sementara keju olahan yang diproduksi massal tidak memiliki aroma yang kuat. Hanya aroma susu yang dimasak karena melewati proses pemanasan saat diolah.

  1. Rasa dan tekstur

Tekstur keju alami biasanya lebih mudah hancur dan penyimpanannya pun harus dalam kulkas dengan suhu - 4 derajat Celcius. Sedangkan keju olahan cenderung memiliki tekstur yang kokoh, lebih elastis dan disimpan dalam suhu ruang.

Baca Juga : 7 Tips Memilih Distributor Jajanan Kekinian Terbaik dan Terpercaya

Rasa juga menjadi perbedaan. Keju alami dengan proses pematangan minimal 3 bulan memiliki rasa yang berbeda dibandingkan keju yang dimatangkan selama 12 dan 24 bulan. Semakin lama pematangan keju, rasa yang ditimbulkan semakin kuat dan menonjol. Keju cheddar alami usia 3 sampai 6 bulan memiliki tekstur segar dengan rasa gurih yang lembut, rasa yang dihasilkan ini bisa dipadukan sebagai tambahan salad dan roti lapis. 

Penyimpanan Keju cheddar Alami

Keju alami yang sudah dibuka sebaiknya langsung simpan dalam wadah tertutup dan dimasukan ke dalam lemari pendingin dengan suhu -4 derajat celcius, agar keju lebih tahan lama dan kualitasnya tetap terjaga,

Nah, buat kamu yang ingin mencicipi natural cheese, Delisari memiliki varian keju alami premium dengan proses pematangan antara 3 bulan sampai 12 bulan lebih. Memiliki karakter rasa lebih bervariasi yang bisa diaplikasikan dalam berbagai hidangan di antaranya:

  • Happy Valley cheddar block
  • Cheddar Slice Burger 
  • Kerry Cheddar Cheese Powder 
  • Carbery Mild white natural cheddar cheese block 
  • Mild red natural cheddar cheese block 
  • Italian natural cheddar cheese block 

Jika kamu menginginkan keju cheddar alami dengan sensasi rasa, Delisari juga punya varian natural cheddar cheese dengan tambahan rasa seperti Carbery Natural cheddar cheese block black papper flavor,  chili flavor dan smoke flavor.

WA WA Loading