< Kembali ke Berita

Rekomendasi Whipping Cream Cair untuk Kreasi Makanan dan Minuman

17 Nov 2022

Rekomendasi Whipping Cream Cair untuk Kreasi Makanan dan Minuman

Whipping cream atau krim kocok biasa digunakan untuk kreasi makanan dan minuman. Penggunaan yang umum, misalnya, untuk topping kue, pai, dessert, sup, saus dan minuman. 

Penggunaan whipping cream cair kini telah menjadi hal yang populer dalam berbagai kreasi makanan dan minuman di Indonesia. Selain praktis, hal ini juga tak lepas dari kegemaran masyarakat untuk menyantap makanan yang agak sedikit berlemak, kari, dan bersantan. 

Kehadiran krim kocok memenuhi selera tersebut. Delisari sendiri telah mendistribusikan Cooking Cream UHT Master Gourmet  (krim masak serbaguna), Cooking Cream UHT Pleasure Gold (krim masak dairy serbaguna, asin), dan Monnalisa UHT Whip Cream  (krim kocok non dairy). 

Penggunaan whipping cream cair 

Whipping cream cair digunakan dengan cara dikocok terlebih dahulu agar menjadi lembut dan ringan. Anda bisa gunakan mixer, whisk, atau garpu untuk mengocoknya. 

Pengocokan tersebut membuat terjadinya proses pencampuran yang menciptakan gelembung-gelembung udara di dalam whipping cream dan lemak di dalamnya menyebar di antara gelembung-gelembung udara, yang menyebabkan mereka saling menempel dan menghasilkan busa. Partikel lemak harus dalam suhu dingin agar dapat saling menempel.

Sebagian orang menambahkan perasa seperti gula, rempah-rempah, kulit jeruk, kopi, cokelat, hingga minuman keras untuk menciptakan rasa yang unik dari whipping cream. 

Bila ingin membuat rasa manis, sebaiknya gunakan gula halus atau gula bubuk agar lebih cepat larut dan mencegah krim kocok menjadi berpasir. 

Baca Juga : Whipping Cream Dairy VS UHT Whipping Cream Non Dairy

Cara menambahkan gula atau perasa pada whipping cream cair

Kapan sebaiknya Anda menambahkan gula atau perasa pada whipping cream cair? Berikut tipsnya:  

  1. Gula atau perasa harus ditambahkan tepat saat krim mulai membentuk puncak yang lembut, ketika sedang dikocok.
  2. Tambahkan gula dan perasa secara perlahan di sepanjang sisi mangkuk.
  3. Lanjutkan mengocok saat gula dan perasa ditambahkan.
  4. Kocok krim hingga mengembang dua kali lipat dan membentuk puncak yang kaku.

Jika gula atau penyedap ditambahkan sebelum krim mulai dikocok, krim tidak akan bercampur maksimal. Harap diperhatikan juga untuk memastikan krim tidak menjadi terlalu kental. Jika whipping cream terlalu banyak dikocok, krim akan mulai terpisah dan mengental, lalu berubah menjadi mentega.

Baca Juga : Pleasure Gold - Semi Dairy Cream

Rekomendasi Monnalisa UHT Whip Cream

Di pasaran, whipping cream dikemas dalam bentuk cair dan bubuk. Pada umumnya, whipping cream cair dikemas dalam karton dan harus disimpan di dalam kulkas. Salah satu produk terbaik, adalah Whipping Cream UHT Monnalisa kemasan 1 liter.   

Krim kocok non dairy yang terbuat dari campuran lemak nabati dan gula ini memiliki rasa creamy dan manis yang ringan.​ Monnalisa UHT whip cream ini sangat cocok ditambahkan sebagai topping pada es krim, isian kue, lapisan kue, layer cake, cup cake, puding coklat, dan dekorasi. 

Selain itu, krim kocok cair ini juga  cocok untuk ditambahkan pada campuran minuman dingin seperti  milkshake, es krim sundae,  es kopi atau minuman coklat panas dan caffe latte, atau salad buah. 

Cara pemakaian yang tepat adalah dengan mendinginkan produk terlebih dahulu di chiller pada suhu 5-10 derajat Celcius, selama minimum 12 jam sebelum digunakan. Lalu kocok sebelum digunakan. Anda bisa gunakan mixer  yang disetel dalam kecepatan sedang sampai konsistensi yang diinginkan.​

Penyimpanan produk ini sebaiknya dilakukan di tempat kering dan bersih, tidak terkena sinar matahari langsung, dalam suhu 2-20 derajat Celcius.  Setelah kemasan produk ini dibuka, simpanlah di refrigerator dan gunakan dalam waktu 3-4 hari.

WA WA Loading